Rumah Fauna Situs Refrensi Hewan Peliharaan No #1 di Indonesia.

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

gambar ikan lele

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan sungai yang peluang usahanya sangat potensial di negara kita Indonesia. Dengan ciri khas tubuhnya yang memanjang, memiliki 4 sungut, memiliki patil, licin dan tidak bersisik.

Selain rasanya yang lezat dan gurih, ikan lele sangat terjangkau untuk dikonsumsi semua kalangan. Kandungan gizi yang terkandung pada ikan ini juga cukup tinggi, meliputi 15% – 18% lemak, 5% – 10% vitamin, 1,2% mineral.

budidaya ikan lele dengan kolam tanah
sumber gambar dari hobiternak.com

Pembudidayaan ikan lele dapat dilakukan dengan media apa saja, seperti di kolam tanah, kolam beton, kolam terpal, dan di dalam bak atau ember.

Maka sebelum akan memulai kegiatan ini, kamu harus menentukan dulu mau menggunakan media yang mana. DIsesuaikan dengan lokasi dan budget yang ada.

Media Kolam Tanah

Ada beberapa macam kolam yang bisa kamu gunakan, salah satunya yaitu kolam tanah. Biasanya para peternak menggunakan kolam tanah karena caranya yang relatif mudah dan tidak membutuhkam budget yang terlalu tinggi.

Karena media utamanya adalah tanah, maka kamu harus mengetahui jenis tanah yang akan digunakan seperti apa. Untuk pembuatan kolam tanah sebaiknya digunakan pada tanah yang tidak terlalu mudah menyerap air.

Pasalnya, kolam tanah tidak efektif jika dibuat pada tanah yang berpasir, berporous, atau tanah galian.

Kelebihan dan Kekurangan Kolam Tanah

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan budidaya ikan lele di kolam tanah :

  • Ikan lele akan mendapatkan lebih banyak pakan alami, karena tanah merupakan tempat tumbuhnya mikroorganisme baik.
  • Tidak membutuhkan biaya yang mahal.
  • Pada kolam tanah, proses perombakan sisa pakan dan metabolisme dapat dilakukan secara alami.
  • Kolam tanah dapat dialihfungsikan menjadi sawah.

Meskipun banyak kelebihannya, media ini juga ada kekurangannya. Seperti kolam tanah yang mudah bocor, debit air yang sulit dikontrol, serta hewan predator yang sulit terdeteksi.

Persiapan Membuat Kolam Tanah

Beberapa persiapan yang harus kita lakukan terlebih dahulu sebelum membudidayakan ikan lele di kolam tanah.Berikut adalah persiapan dalam membuat kolam tanah:

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Gabus

1. Proses Penggalian Kolam

Pertama kali yang dilakukan adalah mencari lokasi yang bebas dari sampah dan krikil. Setelah mendapatkan lokasi yang tepat, selanjutnya gali tanah berukuran 5 x 3 meter dengan kedalaman 80 – 150 cm.

Kamu bisa menggunakan cangkul atau alat modern untuk menggali tanah tersebut. Jika ada tanah yang tersisa sebaiknya dibuat tanggul. Fungsi tanggul adalah menahan kolam dari kebocoran.

Kemudian psang pipa pengeluaran air di salah satu sudut tanggul supaya air kolam tidak meluap. Jangan lupa membuat parit di tengah kolam dengan lebar 40 cm dan kedalaman 20 cm. Tujuan dibuatnya parit atau kemalir ini supaya memudahkan kamu ketika masa panen tiba.

2. Proses Pengeringan Kolam

Setelah kolam selesai digali, langkah selanjutnya yaitu mengeringkan kolam. Pastikan kolalm mendapatkan sinar matahari langsung selama 3 – 7 hari. Kolam yang sudah benar-benar kering akan terlihat retak di dasar kolamnya.

Fungsi dari proses ini yaitu untuk membunuh bakteri dan bibit penyakit yang akan membahayakn ikan lele. Selain itu gas-gas beracun di dalam tanah akan menguap jika terpapar sinar matahari.

3. Proses Penggemburan Tanah

Setelah kolam telah dipastikan kering, langkah selanjutnya yaitu penggemburan tanah. Kamu dapat menggemburkannya menggunakan cangkul dengan kedalaman 10 cm. Manfaat dari penggemburan tanah ini yaitu supaya kolam ditumbuhi mikroorganisme baik.

4. Proses Pengapuran Tanah

Setelah tanah sudah kamu gemburkan, proses selanjutnya ialah penebaran kapur. Manfaat dari penebaran kapur ini supaya menyeimbangkan pH tanah. Kamu bisa memakai kapur tohor dengan dosis 50 – 200 gram/m2. Setelah kapur telah tercampur rata pada tanah, lalu diamkan selama 7 hari.

5. Proses Pemupukan Tanah

Setelah proses pengapuran, langkah selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan yaitu pemberian pupuk. Kamu bisa menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi, kerbau, kambing, atau bisa menggunakan pupuk kompos.

Taburkan pupuk ke dasar tanah yang telah gembur secara merata. Bisa juga ditambahkan dengan pupuk urea dan TSP. Proses pemupukan ini dibiarkan selama 7 hari.

Fungsi dari proses ini supaya kolam ditumbuhi mikroorganisme baik seperti fitoplankton, cacing, dan biota lainnya yang akan jadi pakan alami ikan lele.

6. Pengisian Air Kolam

Kolam tanah diisi air setinggi 50-70 cm dan biarkan selama satu minggu. Nantinya sinar matahari akan tembus ke daasar kolam dan memicu pertumbuhan biota air.

Setelah satu minggu dan warna air sudah berubah menjadi kehiajauan, lalu tambahkan air hingga mencapai ketinggian 100 – 120 cm.

7. Pemilihan Bibit Ikan Lele

bibit ikan lele
sumber gambar dari dayausaha.com

Sebelum membeli bibit ikan, pastikan kamu sudah tahu dulu ciri-ciri bibit yang unggul seperti apa. Bibit lele yang unggul tidak ada cacat di tubuhnya, aktif bergerak, ukuran seragam, dan  warnanya mengkilap.

Ada dua jenis ikan lele yang bisa kamu pilih, yaitu bibit lele dumbo atau lele sangkuriang dengan ukuran bibitnya 5 – 7 cm.

Baca Juga: Budidaya Ikan Gurame

8. Penebaran Bibit Ikan Lele

Melakukan penebaran bibit ikan lele tidak bisa dilakukan secara langsung, jika begitu nantinya ikan lele akan jadi stress.

Bibit lele yang baru dibeli harus menyesuaikan suhu terlebih dahulu dengan air kolam. Caranya dengan meletakkan bibit lele bersama wadah ke dalam kolam lalu diamkan selama 15-30 menit. Kemudian miringkan wadah dan biarkan bibit lele keluar dengan sendirinya.

9. Cara Pemberian Pakan

Lele yang dipelihara di kolam tanah sudah mendapatkan pakan alami dari dalam kolam. Meski begitu, kamu juga harus menambah nutrisinya supaya ikan lele tetap sehat.

Kamu bisa memberikan pakan tambahan berupa pelet yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh lele.

Saat lele masih dalam bentuk bibit, pilihlah pelet yang bentuknya scrumble atau butiran. Bisa juga menggunakan pakan hidup berupa cacing sutera atau kutu air.

Pakan alternatif lain yang bisa kamu berikan berupa ikan rucah, kong sawah yang dicincang, dan campuran daun singkong dengan pelet juga baik untuk lele.

Pemberian pakan dapat dilakukan 3 – 4 sehari. Khusus untuk bibit lele, kamu bisa menambahkan frekuesi pemberian pakannya karena bibit lele mudah merasa lapar. Setelah bibit lele sudah besar, frekuensi pemberian pakan akan berkurang dengan sendirinya.

Pastikan kamu tidak terlalu berlebihan dalam memberi makan lele, selain mubadzir, timbunan pakan di dasar kolam juga tidak baik. Penimbunan pakan dapat menimbulkan zat amonia yang bisa membuat lele menjadi mati.

Tapi juga jangan sampai kekurangan atau telat memberi makan lele sebab mereka ikan kanibal, jika lapar khawatir memangsa ikan yang berukuran kecil.

10. Pemeliharaan Ikan Lele

Pemeliharaan ikan lele perlu dilakukan secara telaten dan rutin, apalagi untuk kolam ikan lele harus berih dan bebas dari hama.

Untuk menjaga kebersihan kolam, mengganti air kolam tergantung berapa banyak kamu memberi pakan. Semakin sering memberi pakan ikan maka kolam akan semakin cepat kotor.

Jika sudah tercium bau busuk pada kolam segeralah diganti dengan air yang baru. Bau busuk tersebut datang karena adanya endapan sisa makanan di dasar kolam.

Angkat sisa-sisa pakan yang ada didasar kolam, kemudian kuras sepertiga air kolam, lalu isi kembali dengan air baru. Jagalah suhu air kolam pada kisaran 28 derajat celcius.

Selain itu, supaya tidak ada hama yang mengganggu habitat ikan lele kamu, sebaiknya pada saluran pembuangan dan pemasukan air diberi jaring pelindung.

11. Panen Ikan Lele

panen ikan lele

Masa panen adalah waktu yang sangat dinantikan bagi para peternak. Setelah masa pemeliharaan selama 2 – 3 bulan, ikan lele sudah siap untuk dipanen. Biasanya lele yang sudah siap panen satu kilonya berisi sekitar 5-9 ekor.

Dua minggu sebelum lele dipanen, kurangi frekuensi pemberian pakan. Supaya air kolam tidak terlalu kotor saat masa panen tiba.

Ketika panen, kuras air kolam terlebih dahulu menggunakan pompa sampai air hanya setinggi 10-15 cm. Gunakan pelindung tangan saat menyortir ikan lele supaya tidak terkena patil. Sortir lele dengan memilih yang sehat, tidak ada cacat di tubuhnya, dan ukuran yang seragam.

Tips Supaya Kolam Tanah Tidak Mudah Bocor

Menggunakan media kolam tanah memang rentang terhadap kebocoran. Tapi ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir kebocoran tersebut :

Kebocoran ini biasa terjadi karena tanggul kolam yang kurang kuat. Tanggul yang dibuat berbentuk trapesium sama kaki. Supaya tanggul kolam kuat menahan debit air, tanggul dibuat dengan lebar atas 1 meter dan lebar bawah 2 – 3 meter.

Tanamkan tanggul dibawah dasar kolam sedalam 20 cm supaya lebih kuat. Selain dalam hal tanggul, buat kolam dengan posisi miring ke arah pembuangan air, fungsinya supaya memudahkan kamu saat menguras kolam.

Untuk saluran pemasukan air dan pengeluaran air sebaiknya di buat terpisah, dan letakkan di tengah sisi kolam yang pendek, supaya sirkulasi air menjadi lancar.

Manfaat Ikan Lele dan Kandungan Nutrisinya

manfaat ikan lele
sumber gambar dari dapurkobe.co.id

Di Indonesia ikan lele selalu menjadi pilihan makanan keluarga. Karena rasanya yang enak dan gurih ketika digoreng maupun dibakar.

Harganya juga sangat terjangkau. Meski begitu, kandungan nutrisi pada ikan lele tidak main-main. Berik:

1. Kandungan Mineral Ikan Lele

Magnesium40 mg
Potasium599,17 mcg
Selenium20,45 mcg
Fosfor434,72 mcg
Zinc0,87 mcg
Tembaga0,06 mg
Zat besi0,5 mg
Mangan0,04 mg
Kalsium15,7 mg

2. Kandungan Vitamin Ikan Lele

Vitamin A21,45 mcg
Vitamin B10,32 mg
Vitamin B20,10 mg
Vitamin B33,41 mg
Vitamin B51,3 mg
Vitamin B60,15 mg
Vitamin B124,15 mcg
Vitamin C1,14 mg

3. Kandungan Nutrisi Ikan Lele Lainnya

Kalori150 Kkal
Asam lemak Omega-3600 mg
Asam lemak Omega-6330 mg
Protein26,41 g

*.Data diambil dari database USFDA. Pembaharuan terakhir dilakukan tahun 1987-2002

1. Membantu Menjaga Berat Badan

Ikan lele merupakan ikan yang rendah kalori. Jumlah kalorinya sekitar 150 kkal dan kandungan lemaknya yang berada di angka 4,08 gr.

Kandungan karbohidrat yang terdapat pada ikan lele dapat memberikan efek kenyang lebih lama. Tapi cara mengolahnya juga harus benar. Sebaiknya tidak dilakukan dengan cara digoreng, bisa dengan cara dikukus, direbus, dipanggang atau dijadikan sup.

2. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Ikan lele mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu menjaga imun tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh kita.

3. Merawat Kesehatan Organ Tubuh

Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, manfaat asam lemak omega-3 pada ikan lele adalah merawat organ tubuh. Organ tubuh yang dimaksud di sini yaitu:

  • Jantung
  • Otak
  • Mata

4. Mengatasi Peradangan

Menurut penelitian, asam lemak omega-3 dapat menghambat produksi molekul yang memicu terjadinya peradangan.

5. Mengoptimalkan Fungsi Sistem Saraf

Ikan lele adalah salah satu sumber vitamin B12, dan manfaat dari vitamin B12 ini dapat mengoptimalkan fungsi dari sistem saraf.

6. Membantu Produksi Hormon dan Enzim Tubuh

Kandungan protein pada ikan lele yang mencapai 26,4 gr untuk setiap 143 gr-nya memberikan manfaat untuk membantu tubuh dalam memproduksi hormon dan juga enzim.

7. Membantu Pembentukan dan Perawatan Tulang

Kandungan mineral di dalam ikan lele seperti fosfor dan kalsium sangat berperan penting dalam pembentukan dan perawatan tulang serta gigi.

Kesimpulan

Itulah cara budidaya ikan lele di kolam tanah beserta manfaatnya bagi kesehatan manusia. Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang sedang mencoba menjadi pertenak lele, khususnya bagi para pemula.

Untuk info selengkapnya bisa kamu cek disini. Terimakasih.

Rumah Fauna Situs Refrensi Hewan Peliharaan No #1 di Indonesia.

Jenis Ikan Oscar

Rumah Fauna
4 min read

Jenis Ikan Molly

Rumah Fauna
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *