Rumah Fauna Situs Refrensi Hewan Peliharaan No #1 di Indonesia.

Cara Budidaya Belut Tanpa Lumpur

Kebanyakan orang membudidayakan belut di area yang berlumpur. Namun, ada alternatif lain yang bisa kamu kerjakan, tentunya lebih bersih dan lebih mudah.

Bahkan hasil panen tanpa media lumpur biasanya lebih banyak dan lebih optimal. Kamu juga akan lebih mudah untuk mengontrol perkembangan budidaya belut dengan media air bersih.

Nah, berikut adalah beberapa keuntungan jika kamu membudidayakan belut tanpa lumpur :

1. Mudah Meninjau Perkembangan Belut

Menggunakan air bersih tentunya akan lebih mudah ditinjau dibandingkan jika diternak dalam lumpur. Kamu juga dapat lebih cepat mengatasi jika ada sesuatu yang tidak baik di dalam kolam. Pada dasarnya semua budidaya yang menggunakan air bersih akan lebih mudah ditangani.

2. Angka Kanibalisme Berkurang

Belut dikenal sebagai ikan predator, ia akan memangsa ikan apapun yang lebih lemah darinya. Ikan belut juga salah satu ikan pemangsa daging yang harus diperhatikan seperti ikan gabus.

Namun, dengan mereka hidup di air bersih akan mengurangi perkelahian antara belut yang satu dengan yang lainnya..

3. Jumlah Penebaran Bibit Lebih Banyak

Budidaya belut di air bersih menguntungkan kamu untuk melakukan penebaran benih dalam jumlah yang lebih banyak.

4. Lebih Mudah dan Murah

Tentunya menggunakan kolam air bersih kamu tidak perlu mencari lahan dan mengulur waktu untuk mempersiapkan lumpur yang difermentasi seperti pupuk kompos, pupuk kandang maupun pelepah dan jerami.

Cara Budidaya Belut Tanpa Lumpur

budidaya belut
sumber gambar dari 8villages.com

Ada beberapa yang perlu kamu lakukan jika ingin bertenak belut tanpa lumpur, seperti cara budidaya ikan lele di kolam tanah yang mempunyai tahapan-tahapan yang harus dilakukan supaya hasil panen melimpah.

Berikut adalah cara-cara membudidayakan belut tanpa menggunakan lumpur:

1. Persiapan Kolam

cara ternak belut tanpa lumpur

Cara budidaya belut yang pertama adalah dengan menyiapkan kolam untuk pembesaran belut. Biasanya kolam yang digunakan berjenis kolam terpal atau kolam permanen dari semen.

Kamu bisa memilih salah satu dari kedua media tersebut. Karena budidaya belut tidak menggunakan lumpur, maka kamu harus buat sirkulasi udara yang baik untuk mengatur pH air kolam.

Sirkulasi udara yang bagus akan membuat kadar oksigen di dalam kolam tetap terjaga dan air tetap bersih.

2. Memilih Bibit Unggul

makanan belut
sumber gambar dari facebook

Selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah memilih bibit belut yang berkualitas. Bibit yang unggul akan menentukan hasil panen. Berikut cara memilih bibit belut yang berkualitas dan unggul :

  • Pilihlah bibit yang tidak ada cacat di tubuhnya. yang sehat dan tidak cacat. Kebanyakan bibit yang ditangkap dengan metode sentrum atau berburu di dalam lumpur dapat menimbulkan luka.
  • Ukuran bibit harus sama besar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir tingkat kanibalisme antar belut.

3. Masukan Bibit Belut Ke kolam

cara merawat belut
sumber gambar dari agromekarbersemi.com

Setelah mendapatkan bibit yang unggul, selanjutnya memasukkan bibit ke dalam kolam. Masukkan belut betina dengan belut jantan dengan bandingan 2 : 1 dengan belut betina yang lebih banyak daripada belut jantannya.

4. Pengaturan Air Kolam

cara budidaya belut air bersih
budidayaperawatan.blogspot.com

Cara budidaya belut tanpa lumpur selanjutnya ialah mengatur air kolam dengan tujuan bibit ikan belut dapat bergerak dengan bebas, apalagi ia termasuk ikan yang agresif dan aktif. Pengaturan air juga bertujuan supaya kolam tetap bersih, kadar oksigen terjaga, serta kadar pH terkontrol.

5. Pemberian Pakan

pakan alami belut
sumber gambar dari erakini.com

Supaya hasil panen optimal kamu harus benar dengan memberikan pakan. Ada beberapa jenis pakan alami yang bisa digunakan seperti limbah ikan, bekicot, pelet, dan cincangan daging ayam.

Sama seperti pemberian pakan pada budidaya ikan gurame, kamu bisa memberikannya secara rutin 3-4 kali sehari, semakin besar bibit belut maka jumlah pakan akan lebih sedikit.

6. Perhatikan Penyakit dan Hama

hama dan penyakit di kolam
sumber gambar dari ngunut-playen.desa.id

Meskipun jarang sekali belut yang terjangkit penyakit dan hama, namun ada saja beberapa gangguan yang bisa terjadi. Hama yang biasanya sering menyerang belut yaitu berang-berang, ular dan tikus sawah.

7. Tetap Menjaga Kebersihan Kolam

air kolam untuk budidaya belut
sumber gambar dari talitakumindonesia.blogspot.com

Jika budidaya belut tanpa menggunakan lumpur, salah satu hal yang perlu diperhatikan ialah kebersihan kolam. Air kolam bisa kotor karena lendir belut dan juga kenakalan hama. Oleh karena itu, kamu harus lebih rajin dalam membersihkan kolam pemeliharaan tersebut.

8. Proses Pemanenan Belut

panen belut
sumber gambar dari paktanidigital.com

Tahap ini adalah waktu yang paling ditunggu para peternak. Dimana peternak akan mendapatkan hasil dari jeri payahnya selama ini. Tentunya mereka berharap mendapatkan hasil panen yang optimal dari budidayanya.

Panen dilakukan setelah 3 – 4 bulan masa pemeliharaan. Kamu bisa melakukan pemanenan secara harian atau tidak secara sekaligus dengan penangkapan manual.

Lakukan penyortiran belut dengan ukuran yang seragam. Kamu bisa menjualnya pada belut yang memiliki ukuran besar dan tidak ada cacat di tubuhnya.

Rumah Fauna Situs Refrensi Hewan Peliharaan No #1 di Indonesia.

Jenis Ikan Oscar

Rumah Fauna
4 min read

Jenis Ikan Molly

Rumah Fauna
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *